Langsung ke konten utama

01-Awal

Hari ini saya menyalakan laptop kemudian membuka aplikasi word lalu mulai menulis. Entah apa yang akan saya tulis, saya tidak punya ide. Namun setidaknya saya punya keinginan untuk menulis dan sedang saya lakukan saat ini. Saya jadi terpikirkan untuk menulis latar belakang saya bisa melakukan kegiatan menulis ini hari ini. Ya, saya mungkin akan menceritakannya.

Belakangan ini saya sedang tidak mood melakukan apapun. Padahal tugas sudah menumpuk dan memanggil-manggil minta dikerjakan. Pun deadline seakan terus berdering dalam kepala, seolah terus mengingatkan saya untuk mulai mengerjakan tugas yang ada. Namun sayangnya tak ada yang bisa menyaingi keegoisan mood saya belakangan ini. Intinya saya sedang malas-malasnya saat ini. Tapi hari ini ada yang berbeda. Memang mood saya sedang tidak ingin melakukan apa-apa, namun kepala saya selalu ribut dan menyerukan untuk saya berbuat sesuatu.

Bahkan otak saya berkata, “setidaknya bukalah buku atau laptop, siapa tau dapat ilham untuk mengerjakan tugasmu”
Hati saya seakan menyetujui seraya berkata, “iya juga sih, sudah berapa hari nih kamu menganggur begitu. Yaa, mungkin kamu bisa mencoba saran si otak”

Begitulah kemudian saya dapat menulis sekarang ini. Perkataan “siapa tau dapat ilham” dari si otak ada benarnya juga. Meskipun ilham itu bukan untuk mengerjakan tugas, tapi setidaknya saat ini saya sedang mengerjakan sesuatu. Hitung-hitung biar enggak terlalu gabut dan bisa menghindar dari alarm deadline yang tak hentinya di kepala.

Sebelum saya membuka aplikasi word, saya sempat mampir ke halaman browser. Saya sempat terpikir pula untuk membuat blog. Tapi karena saya tidak terlalu paham penggunaan dan manfaatnya, saya mencari infonya terlebih dulu melalui mesin pencarian Google. Ternyata menulis sesuatu di blog memiliki banyak manfaat. Yang membuat terkejut adalah blog juga dapat menghasilkan uang. Menurut artikel yang saya baca tadi, dengan menulis sesuatu di blog, kemudian mendapat banyak respon atau bisa dikatakan banyak orang yang suka tulisan anda, maka tulisan anda itu bisa jadi uang. Bahkan di artikel itu disebutkan bahwa ada beberapa orang yang telah sukses bisa meraup untung dari blognya sekitar 200 ribu per hari. Melihat itu saya jadi tertarik untuk membuat dan menulis blog. Yaa, iseng-iseng berhadiahlah.

Namun kemudian saya jadi sedikit kebingungan dengan pernyataan dari si penulis artikel itu bahwa “jika ingin sukses dalam menulis blog, sebaiknya anda tentukan dulu satu tema yang ingin dibahas dalam blog anda”. Baru saja diri ini menemukan setitik harapan, malah langsung dihancurkan dengan pernyataan itu. Sebenarnya sih tidak ada masalah dengan pernyataan itu, namun saya jadi bingung memilih satu tema. Padahal saya masih amatir dalam menulis dan ingin melatih kemampuan menulis saja, lah kok jadi ada persyaratannya begini.

Sebenarnya niat saya menulis itu untuk berkeluh kesah saja. Yaa, seperti inilah misalnya. Nah, karena saya menerapkan prinsip “iseng-iseng berhadiah” dalam menulis, saya jadi tertarik untuk mengupload tulisan saya di blog nantinya. Kali saja ada yang relate dengan tulisan ini kemudian mengajak ngobrol saya terkait ini lalu saya dapat teman baru dari blog. Sepertinya asyik ya. Saya semakin tertarik untuk mencobanya.

Tapi setelah dipikir-pikir lagi, nanti saja deh untuk buat blognya. Saya masih belum yakin tentang hal itu. Saya jadi teringat teman saya yang buat blog juga. Saya dan dia saling menyimpan kontak, oleh karena itu saya dapat melihat whatsapp story-nya. Suatu hari saya melihat ia memposting sesuatu. Saya jadi penasaran, pasalnya ia jarang mengupload story sebelumnya entah karena apa. Lalu ketika saya membuka story yang ia buat, saya jadi tahu bahwa ia baru membuat akun blog. Pasalnya dalam story yang saya lupa-lupa ingat bagaimana kalimat pastinya, tapi kira-kira begini bunyinya :

“yuk kunjungi blog baruku” kemudian disematkan link di bawah kalimat itu.

Kemudian tentu saja saya segera menutup story itu tanpa melihat blognya terlebih dulu. Bukannya tidak mendukung teman, tapi saya takut jadi minder melihat tulisannya. Pasalnya ia adalah mahasiswa berprestasi yang bisa melakukan ini itu tanpa ba-bi-bu. Sudah pastilah blognya akan seperti apa. Duh, membayangkan isi blognya saja sudah bikin saya minder setengah mati.

Nah kembali lagi mengapa saya jadi berpikir ulang untuk membuat blog dengan alasan cerita tadi, karena saya pikir ketika saya sudah membuat blog nanti, saya juga harus membuat whatsapp story seperti teman saya itu. Story yang berisi promosi akun sendiri. Duh, saya bukan tipe orang yang seperti itu. Apalagi harus mempromosikan akun sendiri pada khalayak. Saya tidak pede karena kembali lagi ke niat saya menulis tadi, saya hanya ingin berkeluh kesah saja di blog. Kalau saya sudah mempromosikan akun blog saya di story, artinya saya harus memperindah blog saya agar orang-orang yang melihat itu tertarik atau setidaknya berpikir bahwa “wah ternyata memang dia niat ya buat blog”. Bayangkan saja kalau saya mempromosikan akun blog saya dengan tulisan yang isinya seperti ini semua, mau ditaruh dimana muka saya ini. Berani-beraninya promosikan akun, tapi isinya hanya tulisan orang gabut yang tidak berbobot. Duh, rasanya sakit sekali kalau ada yang berkata seperti itu.

Tiba-tiba saya kembali tergiur untuk membuat blog secepatnya. Pasalnya dalam artikel yang saya baca tadi, disebutkan bahwa beberapa penulis terkenal mengawali karirnya sebagai penulis adalah melalui blog. Bahkan penulis sekelas raditya dika pun memulai karirnya yang saat ini sangat gemilang juga melalui blog. Saya sih tidak terlalu berharap dapat segemilang itu nantinya, tapi kan yang penting dicoba dulu. Kembali lagi ke prinsip saya “iseng-iseng berhadiah”. Membuat dan menulis blog kan gratis, yaa hanya bermodal kuota internet sih, itu pun tidak terlalu berat karna ada wifi di rumah. Bisa dibilang menulis di blog tidak akan ada ruginya juga, malah kemungkinan akan beruntung.

Siapa tau ada penerbit yang tiba-tiba saja dapat ilham kemudian melirik tulisan di blog saya untuk diterbitkan. Wah, sepertinya khayalan saya sudah semakin jauh ya. Mari kembali ke kenyataan. Sepertinya berharap ketinggian seperti itu tidak baik juga untuk saya, maka jika blog saya sudah terbentuk nanti, saya akan mengupload tulisan apapun yang bisa saya tulis. Entah itu bermanfaat atau tidak, sepertinya saya tidak akan peduli. Toh memang dari awal tujuan saya menulis hanya untuk berkeluh kesah, jadi yang pasti saya akan menulis semau saya dan sebisa saya. Syukur-syukur kalau ada yang suka dan relate dengan kisah saya, mungkin saya akan tambah semangat untuk menulis.

Mungkin tulisan ini berakhir disini. Sampai detik tulisan ini saya buat, saya memang belum memiliki akun blog. Tapi secepatnya akan saya wujudkan keinginan itu karena memang sudah jauh-jauh hari saya terus memikirkan mengenai hal ini, tapi memang sayanya saja yang plin-plan dan terlalu banyak berpikir.

Mungkin saya akan mengupload tulisan ini sebagai pembuka blog saya. Terima kasih karena sudah membaca tulisan saya sampai sini. Mohon maaf juga karena telah menghabiskan waktu anda membaca tulisan yang tidak jelas ini dan mohon maaf pula karena sambutan pembuka blog ini tidak terlalu meriah bahkan terkesan abstrak, namun saya harap anda dapat menemukan ilmu dari tulisan ini. Saya pun berharap diri ini dapat meneruskan menulis di blog ini di waktu yang akan datang secara terus menerus tanpa henti. Sampai membaca lagi, teman-teman!


Jakarta, 11 April 2021


Komentar