Hari ini saya menyalakan laptop kemudian membuka aplikasi word lalu mulai menulis. Entah apa yang akan saya tulis, saya tidak punya ide. Namun setidaknya saya punya keinginan untuk menulis dan sedang saya lakukan saat ini. Saya jadi terpikirkan untuk menulis latar belakang saya bisa melakukan kegiatan menulis ini hari ini. Ya, saya mungkin akan menceritakannya.
Belakangan ini saya sedang tidak mood melakukan apapun.
Padahal tugas sudah menumpuk dan memanggil-manggil minta dikerjakan. Pun
deadline seakan terus berdering dalam kepala, seolah terus mengingatkan saya
untuk mulai mengerjakan tugas yang ada. Namun sayangnya tak ada yang bisa
menyaingi keegoisan mood saya belakangan ini. Intinya saya sedang
malas-malasnya saat ini. Tapi hari ini ada yang berbeda. Memang mood saya
sedang tidak ingin melakukan apa-apa, namun kepala saya selalu ribut dan
menyerukan untuk saya berbuat sesuatu.
Bahkan otak saya berkata, “setidaknya bukalah buku atau
laptop, siapa tau dapat ilham untuk mengerjakan tugasmu”
Hati saya seakan menyetujui seraya berkata, “iya juga sih, sudah berapa hari
nih kamu menganggur begitu. Yaa, mungkin kamu bisa mencoba saran si otak”
Begitulah kemudian saya dapat menulis sekarang ini.
Perkataan “siapa tau dapat ilham” dari si otak ada benarnya juga. Meskipun
ilham itu bukan untuk mengerjakan tugas, tapi setidaknya saat ini saya sedang
mengerjakan sesuatu. Hitung-hitung biar enggak terlalu gabut dan bisa
menghindar dari alarm deadline yang tak hentinya di kepala.
Sebelum saya membuka aplikasi word, saya sempat mampir ke
halaman browser. Saya sempat terpikir pula untuk membuat blog. Tapi karena saya
tidak terlalu paham penggunaan dan manfaatnya, saya mencari infonya terlebih
dulu melalui mesin pencarian Google. Ternyata menulis sesuatu di blog
memiliki banyak manfaat. Yang membuat terkejut adalah blog juga dapat
menghasilkan uang. Menurut artikel yang saya baca tadi, dengan menulis sesuatu
di blog, kemudian mendapat banyak respon atau bisa dikatakan banyak orang yang
suka tulisan anda, maka tulisan anda itu bisa jadi uang. Bahkan di artikel itu
disebutkan bahwa ada beberapa orang yang telah sukses bisa meraup untung dari
blognya sekitar 200 ribu per hari. Melihat itu saya jadi tertarik untuk membuat
dan menulis blog. Yaa, iseng-iseng berhadiahlah.
Namun kemudian saya jadi sedikit kebingungan dengan
pernyataan dari si penulis artikel itu bahwa “jika ingin sukses dalam menulis
blog, sebaiknya anda tentukan dulu satu tema yang ingin dibahas dalam blog
anda”. Baru saja diri ini menemukan setitik harapan, malah langsung dihancurkan
dengan pernyataan itu. Sebenarnya sih tidak ada masalah dengan pernyataan itu,
namun saya jadi bingung memilih satu tema. Padahal saya masih amatir dalam
menulis dan ingin melatih kemampuan menulis saja, lah kok jadi ada persyaratannya
begini.
Sebenarnya niat saya menulis itu untuk berkeluh kesah saja.
Yaa, seperti inilah misalnya. Nah, karena saya menerapkan prinsip “iseng-iseng
berhadiah” dalam menulis, saya jadi tertarik untuk mengupload tulisan saya di
blog nantinya. Kali saja ada yang relate dengan tulisan ini kemudian
mengajak ngobrol saya terkait ini lalu saya dapat teman baru dari blog.
Sepertinya asyik ya. Saya semakin tertarik untuk mencobanya.
Tapi setelah dipikir-pikir lagi, nanti saja deh untuk buat
blognya. Saya masih belum yakin tentang hal itu. Saya jadi teringat teman saya
yang buat blog juga. Saya dan dia saling menyimpan kontak, oleh karena itu saya
dapat melihat whatsapp story-nya. Suatu hari saya melihat ia memposting
sesuatu. Saya jadi penasaran, pasalnya ia jarang mengupload story sebelumnya
entah karena apa. Lalu ketika saya membuka story yang ia buat, saya jadi tahu
bahwa ia baru membuat akun blog. Pasalnya dalam story yang saya lupa-lupa
ingat bagaimana kalimat pastinya, tapi kira-kira begini bunyinya :
“yuk kunjungi blog baruku” kemudian disematkan link di bawah
kalimat itu.
Kemudian tentu saja saya segera menutup story itu tanpa
melihat blognya terlebih dulu. Bukannya tidak mendukung teman, tapi saya takut
jadi minder melihat tulisannya. Pasalnya ia adalah mahasiswa berprestasi yang
bisa melakukan ini itu tanpa ba-bi-bu. Sudah pastilah blognya akan seperti apa.
Duh, membayangkan isi blognya saja sudah bikin saya minder setengah mati.
Nah kembali lagi mengapa saya jadi berpikir ulang untuk membuat
blog dengan alasan cerita tadi, karena saya pikir ketika saya sudah membuat
blog nanti, saya juga harus membuat whatsapp story seperti teman saya itu. Story yang berisi promosi akun sendiri. Duh, saya bukan tipe orang yang seperti itu.
Apalagi harus mempromosikan akun sendiri pada khalayak. Saya tidak pede karena
kembali lagi ke niat saya menulis tadi, saya hanya ingin berkeluh kesah saja di
blog. Kalau saya sudah mempromosikan akun blog saya di story, artinya saya
harus memperindah blog saya agar orang-orang yang melihat itu tertarik atau
setidaknya berpikir bahwa “wah ternyata memang dia niat ya buat blog”.
Bayangkan saja kalau saya mempromosikan akun blog saya dengan tulisan yang
isinya seperti ini semua, mau ditaruh dimana muka saya ini. Berani-beraninya
promosikan akun, tapi isinya hanya tulisan orang gabut yang tidak berbobot.
Duh, rasanya sakit sekali kalau ada yang berkata seperti itu.
Tiba-tiba saya kembali tergiur untuk membuat blog
secepatnya. Pasalnya dalam artikel yang saya baca tadi, disebutkan bahwa
beberapa penulis terkenal mengawali karirnya sebagai penulis adalah melalui
blog. Bahkan penulis sekelas raditya dika pun memulai karirnya yang saat ini
sangat gemilang juga melalui blog. Saya sih tidak terlalu berharap dapat
segemilang itu nantinya, tapi kan yang penting dicoba dulu. Kembali lagi ke
prinsip saya “iseng-iseng berhadiah”. Membuat dan menulis blog kan gratis, yaa
hanya bermodal kuota internet sih, itu pun tidak terlalu berat karna ada wifi
di rumah. Bisa dibilang menulis di blog tidak akan ada ruginya juga, malah
kemungkinan akan beruntung.
Siapa tau ada penerbit yang tiba-tiba saja dapat ilham
kemudian melirik tulisan di blog saya untuk diterbitkan. Wah, sepertinya
khayalan saya sudah semakin jauh ya. Mari kembali ke kenyataan. Sepertinya
berharap ketinggian seperti itu tidak baik juga untuk saya, maka jika blog saya
sudah terbentuk nanti, saya akan mengupload tulisan apapun yang bisa saya
tulis. Entah itu bermanfaat atau tidak, sepertinya saya tidak akan peduli. Toh
memang dari awal tujuan saya menulis hanya untuk berkeluh kesah, jadi yang
pasti saya akan menulis semau saya dan sebisa saya. Syukur-syukur kalau ada
yang suka dan relate dengan kisah saya, mungkin saya akan tambah semangat untuk
menulis.
Mungkin tulisan ini berakhir disini. Sampai detik tulisan
ini saya buat, saya memang belum memiliki akun blog. Tapi secepatnya akan saya
wujudkan keinginan itu karena memang sudah jauh-jauh hari saya terus memikirkan
mengenai hal ini, tapi memang sayanya saja yang plin-plan dan terlalu banyak
berpikir.
Mungkin saya akan mengupload tulisan ini sebagai pembuka
blog saya. Terima kasih karena sudah membaca tulisan saya sampai sini. Mohon
maaf juga karena telah menghabiskan waktu anda membaca tulisan yang tidak jelas
ini dan mohon maaf pula karena sambutan pembuka blog ini tidak terlalu meriah bahkan terkesan abstrak, namun saya harap anda dapat menemukan ilmu dari
tulisan ini. Saya pun berharap diri ini dapat meneruskan menulis di blog ini di
waktu yang akan datang secara terus menerus tanpa henti. Sampai membaca lagi,
teman-teman!
Jakarta, 11 April 2021
Komentar
Posting Komentar